Breaking News
Kumpulan informasi aktual seputar peristiwa penting yang terjadi di seluruh wilayah Indonesia, meliputi isu politik, kebijakan pemerintah, bencana, dan dinamika sosial masyarakat.
BRIMO BRIMO BRIMO BRIMO

Kasus Balita Hilang di Singkawang Sidik Jari Jadi Kunci Penyelidikan

banner 800x150

Polisi Temukan Sidik Jari di TKP, Kasus Balita Hilang di Singkawang Masih Misterius

BARANG Bukti yang Ditemukan Polisi di TKP Penemuan Jasad Rafa Fauzan Anak  Hilang di Singkawang - Tribunpontianak.co.id
Penyelidikan Kematian Balita di Singkawang Terus Berlanjut, Ini Temuan Polisi

Info Singkawang – Kasus balita hilang terus didalami oleh polisi setelah Rafa Fauzan (RF), balita berusia 1 tahun 11 bulan, ditemukan meninggal dunia. Sebelumnya, ia dilaporkan hilang secara misterius dari rumahnya di Kota Singkawang, Kalimantan Barat.

RF dilaporkan hilang pada Selasa siang (10/6/2025) dari rumahnya di Jalan RA Kartini, Gang Kapas, Kelurahan Sekip Lama, Kecamatan Singkawang Tengah. Tiga hari kemudian, jasad RF ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di depan pintu Masjid Husnul Khotimah, Jalan Veteran, Kelurahan Roban, pada Jumat pagi (13/6/2025).

Baca Juga : Bocah 1 Tahun 11 Bulan di Singkawang Hilang Misterius, Polisi Sisir Pakai Anjing Pelacak

Polisi Kantongi Bukti Baru Termasuk Sidik Jari

Kasat Reskrim Polres Singkawang, AKP Deddi Sitepu, menyampaikan bahwa penyelidikan terus berlanjut dan pihaknya telah mengumpulkan sejumlah barang bukti dari tempat kejadian perkara (TKP).

Salah satu barang bukti penting adalah pakaian korban yang dikenakan saat dilaporkan hilang. “Baju korban sudah dicocokkan dengan keterangan pengasuh dan saksi. Itu memang pakaian terakhir yang digunakan RF,” jelas AKP Deddi.

Selain itu, polisi juga menemukan sidik jari di sekitar lokasi penemuan jenazah. Sidik jari tersebut saat ini sedang dalam proses identifikasi untuk mencari tahu apakah berkaitan dengan pelaku atau orang lain yang berada di lokasi.

Visum Luar Dilakukan, Keluarga Tolak Autopsi

Terkait kondisi jenazah RF, hanya dilakukan visum luar karena pihak keluarga menolak dilakukan autopsi. Tim medis dari RSUD Abdul Aziz menyampaikan bahwa korban diperkirakan telah meninggal dunia selama tiga hari saat ditemukan.

“Tanpa autopsi, penyebab dan waktu kematian belum bisa dipastikan secara medis. Tapi kami tetap lanjutkan penyelidikan,” tegas Deddi.

Polisi Periksa Saksi dan Imbau Warga Bantu Informasi

Hingga saat ini, sejumlah saksi telah diperiksa, termasuk pengasuh korban dan saksi yang pertama kali menemukan jasad RF. Informasi dari para saksi tersebut menjadi bagian penting dalam upaya polisi mengungkap kebenaran di balik kematian balita tersebut.

Polres Singkawang juga mengimbau masyarakat untuk melapor jika memiliki informasi atau melihat aktivitas mencurigakan di sekitar lokasi kejadian. Keterlibatan publik sangat dibutuhkan dalam mempercepat pengungkapan kasus ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *