Bantuan Kemanusiaan Palestina Tertahan, Baznas: Dana Tetap Aman dan Tidak Diinvestasikan

Info Singkawang – Eskalasi konflik yang kembali memanas di Gaza, Palestina, menyebabkan proses penyaluran bantuan kemanusiaan dari Indonesia mengalami hambatan serius. Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), Prof. Noor Achmad, menegaskan bahwa miliaran rupiah dana zakat kemanusiaan untuk Palestina saat ini masih tertahan di rekening Baznas karena akses distribusi yang sangat terbatas akibat blokade dan situasi keamanan.
“Dana zakat itu sifatnya in-out, harus segera disalurkan. Tapi dalam kondisi khusus seperti Palestina, kami harus menunggu waktu yang tepat agar bantuan benar-benar sampai dan tidak rusak di jalan,” jelas Noor Achmad, Jumat (5/7).
Dana Kemanusiaan Palestina Belum Bisa Disalurkan, Baznas Tetap Jaga Transparansi
Baznas menegaskan bahwa seluruh dana yang dititipkan masyarakat (muzaki) tetap aman, tidak diinvestasikan, dibungakan, atau digunakan di luar amanah kemanusiaan.
“Kami tidak boleh mempermainkan dana umat. Setiap imbal hasil dari simpanan sementara dana zakat, akan digabungkan kembali ke pokok dana bantuan,” ujarnya.
Situasi yang tidak stabil di Gaza membuat pengiriman bantuan—baik logistik maupun dana—berisiko tertahan atau bahkan rusak sebelum sampai ke penerima manfaat.
Baca Juga : Presiden Prabowo Hadiri KTT BRICS Pertama di Brasil
Distribusi Bantuan Palestina Dipastikan Tepat Sasaran
Baznas mengambil langkah hati-hati dengan menunggu jalur bantuan kembali terbuka. Mereka juga terus menjalin koordinasi dengan mitra kemanusiaan internasional agar bantuan dapat disalurkan secara efektif dan transparan.
“Kami lebih memilih menunggu daripada mengirim bantuan yang berisiko tidak sampai atau terbuang karena rusak,” tegas Noor Achmad.
Hingga kini, Baznas masih menyimpan dana tersebut dalam rekening aman, dan akan segera mendistribusikannya ketika kondisi memungkinkan.














