PGRI Singkawang Gelar Diklat Kepemimpinan 2025: Cetak Guru Visioner, Pemimpin Transformasional
Info Singkawang- Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Singkawang menggelar Diklat Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan (Diklatpim) 2025 pada 22–23 Agustus di Kampung Inggris, Singkawang. Kegiatan yang mengangkat tema “Menumbuhkan Kepemimpinan Transformasional dalam Dunia Pendidikan” ini diikuti oleh pengurus PGRI tingkat kota, kecamatan, hingga kader-kader pendidik dari berbagai sekolah.
Guru Sebagai Pemimpin Perubahan
Ketua PGRI Kota Singkawang, H. Suhairi, S.Pd., menekankan bahwa guru tidak hanya memiliki peran sebagai pengajar di ruang kelas, tetapi juga sebagai pemimpin perubahan di masyarakat.
“Dari Singkawang, kita ingin menyiapkan pemimpin pendidikan yang berintegritas, visioner, dan mampu membawa perubahan positif bagi Indonesia. Guru harus berani mengambil peran strategis, bukan sekadar mengajar tetapi juga memimpin dengan hati dan visi,” tegas Suhairi saat membuka acara.
Menurutnya, pendidikan yang bermartabat hanya bisa lahir dari guru yang kuat. Oleh karena itu, PGRI berkomitmen membekali para guru dengan keterampilan kepemimpinan abad 21, meningkatkan integritas, serta menyiapkan kader pemimpin yang berpihak pada mutu pendidikan.

Baca Juga : Kampung Nelayan Merah Putih, Ikon Baru Ekonomi dan Wisata Bahari Singkawang
Materi dan Narasumber Inspiratif
Selama dua hari, para peserta mendapatkan berbagai materi penting dari narasumber berkompeten, termasuk perwakilan dari Pengurus Pusat PGRI Kalimantan Barat. Materi yang disampaikan mencakup:
-
Kepemimpinan Transformasional vs Degradasi, tentang pentingnya pemimpin yang mampu membawa perubahan, bukan yang terjebak dalam stagnasi.
-
Manajemen Perubahan dalam Dunia Pendidikan, membekali guru agar mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman.
-
Strategi Advokasi Kebijakan Guru, agar pendidik bisa memperjuangkan hak dan martabat profesinya.
-
Outbound Leadership, kegiatan luar ruangan yang membangun solidaritas, semangat kebersamaan, dan kepemimpinan berbasis tim.
-
Etika, Integritas, dan Spirit Kepemimpinan, yang menegaskan bahwa pemimpin sejati adalah mereka yang memimpin dengan keteladanan.
Ketua Panitia, Aspian, menjelaskan bahwa Diklatpim tidak hanya berhenti pada teori, tetapi menghasilkan rencana aksi kepemimpinan (action plan). Rencana ini disusun oleh setiap peserta dan siap diterapkan di sekolah maupun organisasi PGRI.
“Jika guru berani memimpin dengan hati, visi, dan integritas, maka transformasi pendidikan akan berjalan. Namun jika kepemimpinan guru terjebak dalam degradasi, masa depan bangsa ikut terancam,” ujar Aspian.
Deklarasi Komitmen Bersama
Sebagai penutup, seluruh peserta menerima sertifikat Diklatpim 2025 sekaligus mengikrarkan deklarasi bersama:
“Pemimpin Hebat, Guru Kuat, Pendidikan Bermartabat.”
Deklarasi ini menjadi simbol komitmen para pendidik di Singkawang untuk tidak hanya mengajar, tetapi juga memimpin perubahan di lingkungannya.
Harapan untuk Pendidikan Singkawang dan Indonesia
Bupati Singkawang yang diwakili pejabat terkait menyampaikan apresiasi terhadap langkah PGRI yang konsisten membina guru dengan program pengembangan kepemimpinan. Harapannya, kegiatan seperti ini dapat melahirkan generasi guru yang visioner, adaptif, dan inspiratif.














