Unjuk Rasa di Singkawang: Aksi Damai Penuh Dialog dan Simbol Persaudaraan
Info Singkawang- Sebuah pemandangan berbeda tampak di depan Kantor DPRD Kota Singkawang, Senin (1/9/2025). Ratusan warga yang tergabung dalam Aliansi Gerakan Singkawang Memanggil menggelar aksi unjuk rasa. Namun, aksi kali ini tak diwarnai teriakan lantang atau dorong-dorongan. Justru yang terlihat adalah suasana damai, santun, dan penuh rasa persaudaraan.
Peserta aksi berasal dari beragam latar belakang. Mulai dari mahasiswa, buruh, pengemudi ojek online, tukang parkir, aktivis, hingga masyarakat umum yang peduli pada perkembangan daerah. Mereka datang bukan untuk menciptakan kegaduhan, melainkan untuk menyampaikan aspirasi dengan cara berbeda: duduk bersama dan berdialog langsung dengan para pemimpin kota.

Baca Juga : Forkopimda Singkawang Berbagi 300 Karung Beras untuk Ojol, Suasana Penuh Keakraban
Duduk Bersila, Bicara dari Hati ke Hati
Alih-alih berorasi di bawah terik matahari, para peserta memilih duduk bersila berhadap-hadapan dengan jajaran pejabat daerah, di antaranya Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie, Wakil Wali Kota Muhammadin, Kapolres Singkawang AKBP Dody Yulianto Arruan, Dandim 1202/SKW Letkol Arm Ferdy Pongsamma, serta Ketua DPRD Sujianto beserta anggota dewan.
Dialog berlangsung hangat. Setiap perwakilan peserta diberi kesempatan menyampaikan aspirasi, sementara pejabat daerah mendengarkan dengan seksama. Suasana kondusif ini seolah menunjukkan bahwa perbedaan pendapat bisa dijembatani tanpa perlu bentrokan atau kericuhan.
Tak hanya itu, para peserta juga memberikan setangkai bunga kepada jajaran Forkopimda sebagai simbol penghormatan sekaligus tanda terima kasih atas sikap terbuka mereka. Momen itu disambut tepuk tangan dan senyuman dari kedua belah pihak.
Isu Nasional dan Daerah Jadi Sorotan
Koordinator aksi, Johriansyah, menjelaskan bahwa pihaknya membawa dua fokus utama: isu nasional dan isu daerah.
“Untuk isu nasional, kami meminta agar anggota DPRD Singkawang bisa menyampaikan aspirasi ini ke partai masing-masing di tingkat pusat. Sedangkan untuk isu daerah, kami ingin agar pemerintah lebih serius dalam menyelesaikan persoalan masyarakat di tingkat lokal,” ungkapnya.
Apresiasi dari Wali Kota
Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie, menyampaikan apresiasi atas cara damai yang dipilih para peserta.
“Saya ucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada adik-adik mahasiswa serta semua elemen masyarakat yang hadir. Sikap santun ini menunjukkan karakter masyarakat Singkawang yang cinta damai dan mengedepankan musyawarah,” ucapnya.
Ia menambahkan bahwa semua aspirasi tidak berhenti di satu pertemuan saja. Pemerintah berkomitmen untuk menindaklanjutinya. “Hari Rabu nanti kita akan kembali duduk bersama dalam dialog lanjutan, agar tuntutan yang disampaikan benar-benar bisa ditindaklanjuti,” katanya.
Respons dari Aparat Kepolisian
Kapolres Singkawang, AKBP Dody Yulianto Arruan, juga menegaskan bahwa pihak kepolisian akan menjadikan masukan tersebut sebagai bahan evaluasi.
“Apa yang disampaikan hari ini adalah cermin bagi kami. Terutama soal pelayanan publik dan penindakan terhadap praktik judi yang berkedok permainan ketangkasan. Kami akan berusaha memperbaikinya demi kebaikan bersama,” tuturnya.
Cermin Kedewasaan Demokrasi
Aksi damai ini menjadi contoh bahwa penyampaian aspirasi tidak selalu harus berakhir ricuh. Dengan sikap terbuka pemerintah daerah dan kesantunan masyarakat, Singkawang menunjukkan bahwa demokrasi bisa berjalan dengan kepala dingin, hati tenang, dan niat tulus untuk membangun daerah.
Bagi sebagian peserta, aksi ini bukan hanya wadah menyampaikan tuntutan, tetapi juga ajang mempererat hubungan antara masyarakat dengan pemerintah. Bunga yang diberikan menjadi simbol bahwa perjuangan aspirasi bisa dilakukan dengan kasih, bukan dengan amarah.
Kini, warga Singkawang menanti tindak lanjut dari dialog tersebut, berharap agar suara mereka benar-benar didengar dan diimplementasikan dalam kebijakan nyata.














