Breaking News
Kumpulan informasi aktual seputar peristiwa penting yang terjadi di seluruh wilayah Indonesia, meliputi isu politik, kebijakan pemerintah, bencana, dan dinamika sosial masyarakat.
BRIMO BRIMO BRIMO BRIMO

Pemerintah Kota Singkawang Siapkan Rp4 Miliar Bangun Drainase

banner 800x150

Singkawang Gelontorkan Rp4 Miliar Bangun Drainase Baru, Upaya Serius Cegah Banjir

Info Singkawang- Pemerintah Kota Singkawang, Kalimantan Barat, mengambil langkah serius dalam mengatasi masalah banjir yang hampir setiap musim hujan melanda sejumlah wilayah di kota tersebut. Tahun ini, Pemkot menyiapkan anggaran sebesar Rp4 miliar untuk membangun sistem drainase baru di kawasan Jalan Tani, Kelurahan Pasiran, Kecamatan Singkawang Barat.

Drainase Baru untuk Percepat Aliran Air

Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPR Kota Singkawang, Arinta Kameswara, menjelaskan bahwa proyek pembangunan drainase sepanjang 1.700 meter itu akan dibangun di sisi kiri dan kanan Jalan Tani. Fungsinya bukan sekadar membuat saluran baru, melainkan juga untuk menghubungkan jaringan drainase yang selama ini belum terkoneksi dengan baik.

“Saluran ini nantinya akan terhubung dengan tiga jalur pembuangan utama, yaitu di Jalan Cisadane, Jalan Tani II, dan Jalan Nyiur. Harapannya, air hujan yang sebelumnya kerap menggenang di sekitar Jalan Tani bisa segera mengalir ke saluran primer dan kemudian bermuara ke laut,” ungkap Arinta.

Pemerintah Kota Singkawang Siapkan Rp4 Miliar Bangun Drainase
Pemerintah Kota Singkawang Siapkan Rp4 Miliar Bangun Drainase

Baca Juga : Operasi Pasar Tahap IV, Beras dan Minyak Goreng Ludes Diburu Masyarakat

Pembangunan di Beberapa Titik Rawan Banjir

Tak hanya di Jalan Tani, Pemkot Singkawang juga melakukan pembangunan drainase di sejumlah ruas jalan lain yang rawan genangan, seperti Jalan Alianyang, Jalan Diponegoro, dan Jalan Firdaus. Semua proyek tersebut dikerjakan secara serentak agar penanganan banjir bisa lebih cepat dirasakan masyarakat.

Harapan Wali Kota: Minimalkan Risiko Banjir

Wali Kota Singkawang, Tjhui Chui Mie, menegaskan bahwa proyek drainase ini merupakan salah satu prioritas pemerintah daerah dalam mengurangi risiko banjir. Menurutnya, curah hujan tinggi yang kerap disertai air pasang membuat genangan air cepat meluas apabila saluran air tidak berfungsi maksimal.

“Dengan adanya saluran baru ini, air hujan bisa lebih cepat mengalir. Kami berharap genangan yang biasanya bertahan lama bisa diminimalkan,” ujar Tjhui Chui Mie.

Normalisasi Sungai dan Penertiban Warga Bantaran

Selain fokus pada pembangunan drainase, Pemkot Singkawang juga melakukan normalisasi sungai yang mengalami pendangkalan. Langkah ini penting agar kapasitas tampung sungai kembali optimal dan tidak mudah meluap saat debit air meningkat.

Tak berhenti di situ, pemerintah juga merencanakan penertiban pemukiman warga yang tinggal di bantaran sungai. Meski kebijakan ini cukup sensitif, Wali Kota menilai langkah tersebut harus ditempuh demi keselamatan warga sekaligus menjaga kelancaran aliran air.

Peran Warga Sangat Penting

Wali Kota mengingatkan, penanganan banjir tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Peran aktif masyarakat sangat dibutuhkan, terutama dalam menjaga kebersihan lingkungan. Saluran air yang tersumbat sampah menjadi salah satu penyebab utama terjadinya banjir.

“Kalau ada parit atau saluran di sekitar rumah yang mampet, mari kita bersihkan bersama. Kita akan segera memasuki musim hujan, jadi mari kita jaga lingkungan agar terhindar dari banjir,” imbaunya.

Upaya Berkelanjutan

Langkah Pemkot Singkawang ini menegaskan bahwa penanganan banjir tidak bisa dilakukan secara instan, melainkan butuh perencanaan jangka panjang dan kerja sama semua pihak. Dengan adanya pembangunan drainase baru, normalisasi sungai, hingga penataan pemukiman bantaran, pemerintah berharap Singkawang dapat lebih siap menghadapi musim hujan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *