Singkawang Gencarkan Program Gizi Ibu Hamil Bersama Baznas untuk Tekan Angka Stunting
Info Singkawang- Pemerintah Kota Singkawang, Kalimantan Barat, bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) terus memperkuat program bantuan gizi bagi ibu hamil sebagai langkah nyata menekan angka stunting di daerah tersebut. Program ini menjadi salah satu upaya berkelanjutan pemerintah untuk mencetak generasi yang lebih sehat dan berkualitas.
Ketua Baznas Kota Singkawang, Mahmudi, menjelaskan bahwa pihaknya setiap tahun menggulirkan program bantuan khusus untuk ibu hamil. Bantuan tersebut bersumber dari dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) yang dikumpulkan Baznas dari masyarakat. “Program ini sudah kami jalankan secara rutin setiap tahun dengan sasaran ibu hamil. Bentuk bantuannya bervariasi, namun tujuannya sama: meningkatkan asupan gizi ibu hamil agar kesehatan janin lebih terjamin,” tutur Mahmudi.
Meski belum bisa diberikan secara rutin setiap bulan, Baznas berkomitmen menjaga kesinambungan program ini. “Kami terus berupaya memaksimalkan potensi dana ZIS untuk membantu pemerintah menurunkan angka stunting. Ini wujud peran serta masyarakat melalui zakat dalam pembangunan kesehatan,” tegasnya.

Baca Juga : Pemkot Singkawang Ajak Semua Pihak Bersatu Wujudkan Ekonomi Inklusif
Wali Kota Beri Target Penurunan Stunting
Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie, mengapresiasi peran Baznas dalam mendukung program gizi ibu hamil. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah kota dan Baznas adalah kunci keberhasilan percepatan penurunan stunting. Ia berharap angka stunting di Singkawang dapat turun signifikan pada akhir tahun ini.
“Kalau bisa angka stunting di akhir tahun lebih rendah dari yang sekarang. Saya sudah berpesan kepada Kepala Dinas Kesehatan dan KB agar mengawal program ini dengan baik. Kalau kita berhasil menurunkan 5 persen saja, Singkawang berpeluang berada di bawah Pontianak dalam angka stunting,” ujar Tjhai Chui Mie optimistis.
Kolaborasi Pemerintah dan Masyarakat
Program gizi ibu hamil ini bukan hanya sekadar distribusi bantuan, tetapi juga menjadi sarana edukasi. Melalui kerja sama dengan Dinas Kesehatan dan KB, pemerintah memberikan penyuluhan tentang pentingnya gizi seimbang, pola makan sehat, dan pemantauan kesehatan ibu hamil. Dengan langkah ini, diharapkan angka stunting dapat ditekan secara berkelanjutan.
Tak hanya itu, partisipasi masyarakat melalui pembayaran zakat, infak, dan sedekah menjadi modal sosial yang kuat. Dana yang terkumpul tidak hanya meringankan beban ibu hamil, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Singkawang.
Menuju Generasi Sehat dan Berkualitas
Pemerintah Kota Singkawang menargetkan bahwa dengan program terpadu ini, angka stunting dapat menurun secara bertahap setiap tahun. Dengan dukungan berbagai pihak – mulai dari Baznas, Dinas Kesehatan, hingga masyarakat – Singkawang optimistis menciptakan generasi muda yang lebih sehat, cerdas, dan berdaya saing tinggi.
“Peran semua pihak sangat penting. Kami mengajak masyarakat untuk terus mendukung program ini, karena keberhasilan menekan stunting adalah keberhasilan kita bersama,” tutup Mahmudi.














