Breaking News
Kumpulan informasi aktual seputar peristiwa penting yang terjadi di seluruh wilayah Indonesia, meliputi isu politik, kebijakan pemerintah, bencana, dan dinamika sosial masyarakat.
BRIMO BRIMO BRIMO BRIMO

Tjhai Chui Mie Siap Rebut Kembali Predikat Kota Tertoleran untuk Singkawang

banner 800x150

Tjhai Chui Mie Bertekad Rebut Kembali Predikat Kota Tertoleran untuk Kota Singkawang

Info Singkawang- Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie, menegaskan komitmennya untuk membawa Kota Singkawang kembali merebut peringkat pertama sebagai kota paling toleran di Indonesia. Setelah sempat turun ke posisi kedua pada tahun sebelumnya, ia optimistis predikat bergengsi itu bisa kembali diraih berkat sinergi seluruh elemen masyarakat.

“Saya ingin bersama seluruh stakeholder—baik Forkopimda, Ormas, FKUB, organisasi kebudayaan, dan seluruh masyarakat—bersatu padu agar predikat kota tertoleran kembali kita raih,” ujar Tjhai Chui Mie dalam peringatan Hari Jadi ke-24 Pembentukan Kota Singkawang, Jumat (17/10/2025).

Peringatan HUT kota tahun ini digelar di halaman Kantor Wali Kota Singkawang dengan nuansa sederhana namun penuh makna. Sesuai arahan pemerintah pusat, perayaan dilakukan efisien namun tetap menyentuh langsung kehidupan masyarakat.


Perayaan Hari Jadi Kota yang Meriah dan Bermakna

Momen ulang tahun ini diwarnai berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat luas, mulai dari festival budaya hingga program sosial.

“Misalnya, kemarin kita adakan pangan murah sebanyak 2.400 paket, festival mooncake, hingga pekan kebudayaan daerah yang diprakarsai anak muda Singkawang,” jelas Tjhai Chui Mie didampingi Wakil Wali Kota Muhammadin.

Menurutnya, rangkaian kegiatan ini bukan sekadar hiburan, tetapi juga sarana memperkuat ekonomi lokal. Festival dan bazar UMKM, misalnya, mampu menarik wisatawan sekaligus memberi ruang pelaku usaha kecil untuk berkembang.

Tahun ini, tercatat ada 16 rangkaian acara yang digelar selama perayaan HUT Kota Singkawang. Pemerintah kota ingin memastikan perayaan ulang tahun bukan sekadar seremoni, melainkan momentum mempererat kebersamaan, memperkuat identitas budaya, dan mendongkrak sektor pariwisata.

Tjhai Chui Mie Siap Rebut Kembali Predikat Kota Tertoleran untuk Singkawang
Tjhai Chui Mie Siap Rebut Kembali Predikat Kota Tertoleran untuk Singkawang

Baca Juga : IRT di Singkawang Dapat Motor Tunai dalam 2,5 Bulan, Warga Heboh!


Fokus Besar pada Pariwisata dan Aksesibilitas

Tjhai Chui Mie juga menegaskan arah pembangunan kota yang berfokus pada sektor pariwisata, perdagangan, dan jasa. Pemerintah daerah telah meminta Dinas Pariwisata Kota Singkawang untuk menyusun agenda pariwisata secara matang dan berkelanjutan.

“Agenda wisata tidak boleh berjalan sporadis. Harus simultan dan berkesinambungan agar wisatawan terus datang ke Kota Singkawang,” tegasnya.

Salah satu strategi penting adalah memperkuat akses transportasi udara. Ia mengungkapkan rencana pemerintah kota untuk berkomunikasi dengan sejumlah maskapai penerbangan agar membuka rute baru dari dan ke Bandara Singkawang.

“Saat ini hanya ada dua penerbangan pulang pergi Jakarta–Singkawang setiap hari, dan itu pun sering penuh. Kami ingin menambah rute dari kota besar lain seperti Yogyakarta, Surabaya, dan Batam,” ujarnya.


Mimpi Panjang yang Mulai Terwujud

Pembangunan Bandara Singkawang menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat. Proyek yang sudah lama menjadi harapan akhirnya terealisasi, mempercepat konektivitas kota ini dengan berbagai daerah.

Tokoh masyarakat sekaligus mantan Wali Kota Singkawang periode 2012–2017, Awang Ishak, turut mengapresiasi capaian ini.

“Salah satu dari tiga mimpi besar Singkawang sudah terwujud, yakni bandara. Tinggal dua lagi: kawasan industri dan pelabuhan nasional di wilayah Singkawang, Bengkayang, Sambas,” tuturnya.

Dengan semakin mudahnya akses ke kota, Singkawang diharapkan menjadi pintu gerbang ekonomi baru di Kalimantan Barat.


Peran Anak Muda Dalam Pembangunan Kota

Tak hanya fokus pada infrastruktur dan pariwisata, Pemkot Singkawang juga memberi ruang luas bagi generasi muda untuk ikut berkontribusi.

Anningmu, salah satu konten kreator muda Singkawang, mengapresiasi langkah pemerintah yang semakin terbuka terhadap kreativitas anak muda. “Kami merasa lebih diberi ruang untuk menunjukkan skill dan ikut mempromosikan keindahan Singkawang ke masyarakat luas,” katanya.

Pemerintah kota menilai peran generasi muda sangat penting untuk memperkuat citra Singkawang sebagai kota yang toleran, kreatif, dan terbuka terhadap perbedaan.


Menuju Kota Toleransi dan Wisata Kelas Dunia

Dengan semangat kebersamaan antara pemerintah, masyarakat, tokoh agama, komunitas budaya, dan generasi muda, Tjhai Chui Mie optimistis Kota Singkawang mampu merebut kembali predikat kota tertoleran di Indonesia.

Lebih dari itu, ia berharap Singkawang terus berkembang sebagai kota wisata kelas dunia, yang tidak hanya dikenal karena keindahan alam dan budayanya, tetapi juga karena toleransi dan keberagamannya yang kuat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *