Breaking News
Kumpulan informasi aktual seputar peristiwa penting yang terjadi di seluruh wilayah Indonesia, meliputi isu politik, kebijakan pemerintah, bencana, dan dinamika sosial masyarakat.
BRIMO BRIMO BRIMO BRIMO
Berita  

Pemkot Singkawang Didesak Larang Anak anak Ikut Atraksi Tatung Cap Go Meh

Pemkot Singkawang
banner 800x150

Pemkot Singkawang Didesak Didorong Tegas Batasi Keterlibatan Anak dalam Atraksi Tatung Cap Go Meh

Info Singakwang – Pemkot Singkawang Didesak Perayaan Cap Go Meh di Kota Singkawang kembali menjadi sorotan publik. Kali ini, perhatian pada keterlibatan anak-anak dalam pemandangan tatung yang selama ini menjadi ikon budaya kota tersebut. Sejumlah kalangan mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Singkawang untuk mengambil langkah tegas melarang anak-anak ikut dalam tindakan ekstrem tersebut.

Tradisi tatung merupakan bagian tak terpisahkan dari rangkaian perayaan Cap Go Meh yang digelar setiap tahun dan selalu menyedot ribuan wisatawan domestik maupun mancanegara. Atraksi ini dikenal dengan aksi-aksi ekstrem para tatung yang diyakini kebal terhadap benda tajam saat menjalani ritual tertentu. Namun, keikutsertaan anak-anak dalam atraksi tersebut memicu kekhawatiran terkait keselamatan dan perlindungan hak anak.

Pemkot Singkawang Didesak perlindungan anak menilai bahwa meskipun kegiatan tersebut berbalut tradisi dan nilai 

yang jelas. Anak-anak dianggap belum memiliki kesiapan fisik dan mental untuk terlibat dalam atraksi yang mengandung risiko tinggi. Selain itu, potensi tekanan sosial maupun dorongan dari lingkungan sekitar juga menjadi perhatian.

“Budaya harus dilestarikan, tetapi keselamatan anak adalah prioritas utama,” ujar salah seorang aktivis perlindungan anak di Singkawang. Ia memastikan bahwa negara memiliki kewajiban untuk memastikan anak-anak terlindungi dari aktivitas yang membahayakan keselamatan mereka.

Di sisi lain, sejumlah tokoh masyarakat dan budayawan meminta agar polemik ini disikapi secara bijak. Mereka menilai bahwa tradisi tatung telah diwariskan turun-temurun dan memiliki nilai spiritual yang kuat dalam komunitas Tionghoa di Singkawang. Namun demikian, mereka juga terbukaTatung Singkawang: Atraksi Unjuk Kekebalan pada Perayaan Cap Go Meh di  Kalbar

Baca Juga: Yogyakarta Dilanda Cuaca Ekstrem Warga Diimbau Tak Padusan di Sungai dan Pantai

 terhadap evaluasi dan pengaturan yang lebih ketat demi menjaga keselamatan peserta, terutama anak-anak.

Pemkot Singkawang sendiri dikabarkan tengah melakukan kajian terkait regulasi teknis pelaksanaan atraksi tatung. Opsi pengambilan usia peserta hingga pengawasan medis selama kegiatan berlangsung menjadi salah satu wacana yang dibahas. Pemerintah daerah diharapkan mampu

 menyeimbangkan antara pelestarian budaya dan perlindungan hak anak.

Perayaan Cap Go Meh di Singkawang selama ini memang dikenal sebagai salah satu yang terbesar di Indonesia. Bahkan, kota ini sering dijuluki sebagai “Kota Seribu Kelenteng” karena kuatnya pengaruh budaya Tionghoa. Setiap tahun, ribuan tatung turun ke jalan dalam parade akbar yang menjadi magnet wisata.

Di tengah polemik ini, masyarakat berharap ada solusi yang tidak menimbulkan perpecahan. Tradisi tetap berjalan, namun aspek keselamatan dan kepentingan terbaik bagi anak harus menjadi pertimbangan utama. Keputusan Pemkot Singkawang nantinya akan menjadi preseden penting dalam pengelolaan tradisi budaya yang melibatkan anak-anak di berbagai daerah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *