Breaking News
Kumpulan informasi aktual seputar peristiwa penting yang terjadi di seluruh wilayah Indonesia, meliputi isu politik, kebijakan pemerintah, bencana, dan dinamika sosial masyarakat.
BRIMO BRIMO BRIMO BRIMO

BRICS Menguat, Putin: Saatnya Dunia Multipolar yang Lebih Adil

banner 800x150

Rusia & China Solid Perkuat BRICS, Putin Tegaskan Lawan Diskriminasi Barat

Info Singkawang- Presiden Rusia Vladimir Putin kembali menegaskan bahwa kemitraan strategis antara Moskow dan Beijing menjadi fondasi penting dalam memperkuat posisi BRICS sebagai salah satu kekuatan ekonomi dan politik dunia. Pesan itu ia sampaikan dalam wawancara eksklusif dengan kantor berita Xinhua, menjelang kunjungan kenegaraannya ke Tiongkok.

Putin menekankan bahwa hubungan Rusia–China bukan sekadar kerja sama bilateral, melainkan juga simbol persatuan negara-negara berkembang dalam menghadapi diskriminasi dan tekanan dari Barat. Menurutnya, dunia tengah memasuki fase penting di mana perimbangan kekuatan global harus lebih adil, tidak lagi didominasi oleh segelintir negara maju.

“Kami bersatu dalam memperkuat kemampuan BRICS untuk menghadapi tantangan global yang semakin kompleks. Kami berbagi pandangan serupa mengenai keamanan regional maupun internasional, serta menolak berbagai sanksi diskriminatif yang merugikan pembangunan sosial-ekonomi negara-negara anggota BRICS maupun dunia,” ujar Putin, dikutip Minggu (30/8).

BRICS Menguat, Putin: Saatnya Dunia Multipolar yang Lebih Adil
BRICS Menguat, Putin: Saatnya Dunia Multipolar yang Lebih Adil

Baca Juga : Si Penting Resmi Diluncurkan, Warga Singkawang Kini Bisa Pantau Harga Sembako Online


BRICS Jadi Penyeimbang Dominasi Barat

Putin menyebut, BRICS — yang kini beranggotakan Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan, serta beberapa anggota baru — semakin relevan di tengah situasi ekonomi global yang penuh ketidakpastian. Menurutnya, banyak negara berkembang atau yang disebut sebagai Mayoritas Global (Global Majority) melihat BRICS sebagai alternatif untuk keluar dari bayang-bayang dominasi Barat, baik dalam sektor keuangan maupun geopolitik.

Ia menekankan pentingnya membangun tatanan dunia multipolar di mana setiap negara, besar maupun kecil, memiliki hak dan kesempatan yang sama dalam pembangunan. Hal ini diyakini akan menciptakan stabilitas yang lebih berkelanjutan serta mendorong pertumbuhan ekonomi global yang merata.


Dorongan Reformasi IMF dan Bank Dunia

Dalam wawancara tersebut, Putin juga menyoroti kebutuhan mendesak untuk mereformasi lembaga-lembaga keuangan internasional seperti Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia. Menurutnya, sistem yang ada saat ini dianggap tidak lagi mencerminkan realitas ekonomi global yang semakin beragam.

“Sudah saatnya membentuk sistem keuangan internasional yang lebih terbuka, transparan, dan memberikan akses yang setara bagi semua negara, tanpa adanya diskriminasi,” tegas Putin.

Langkah ini sejalan dengan visi Rusia dan China untuk memperluas penggunaan mata uang lokal dalam perdagangan internasional, mengurangi ketergantungan pada dolar AS, serta memperkuat kedaulatan ekonomi negara-negara anggota BRICS.


Sinergi Rusia–China di Bidang Strategis

Putin juga menggarisbawahi betapa eratnya kepentingan Rusia dan China di berbagai sektor penting. Mulai dari perdagangan energi, pembangunan infrastruktur lintas kawasan, hingga pengembangan teknologi canggih. Menurutnya, sinergi ini tidak hanya menguntungkan kedua negara, tetapi juga memperkuat fondasi kerja sama ekonomi antaranggota BRICS.

Selain itu, hubungan erat Moskow–Beijing menjadi motor penggerak dalam integrasi ekonomi di kawasan Eurasia, yang dinilai akan memberi pengaruh besar terhadap keseimbangan politik global.


Momentum Penting Kunjungan ke China

Kunjungan kenegaraan Putin ke Tiongkok kali ini dipandang sebagai momentum penting untuk memperdalam kerja sama strategis kedua negara. Agenda pertemuan diperkirakan mencakup pembahasan soal perluasan keanggotaan BRICS, penguatan perdagangan bilateral, hingga kolaborasi di bidang energi dan teknologi.

“Ini adalah saat yang tepat untuk memastikan BRICS semakin solid, sekaligus memperjuangkan hak-hak negara berkembang dalam menentukan arah kebijakan global,” ujar Putin.

Dengan semakin menguatnya hubungan Rusia–China, banyak pengamat menilai BRICS akan terus tumbuh sebagai blok ekonomi dan politik yang berpengaruh, sekaligus menjadi penyeimbang nyata bagi dominasi negara-negara Barat dalam sistem internasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *