
Info Singkawang. TEHERAN – Situs nuklir Fordow menjadi fokus tanggapan Pemerintah Iran terhadap pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Iran meremehkan dampak serangan udara yang menargetkan fasilitas tersebut. Menurut pejabat dan media lokal Iran, kerusakan akibat serangan itu bersifat ringan dan tidak menimbulkan ancaman serius.
Anggota parlemen Iran dari wilayah Qom, Manan Raeisi, secara tegas membantah klaim Trump yang menyebut situs Fordow “hancur total.” Dalam pernyataannya yang dikutip kantor berita Fars, Raeisi menegaskan bahwa instalasi nuklir di Fordow masih dalam kondisi utuh dan tidak mengalami kerusakan besar.
“Berdasarkan laporan lapangan dan informasi teknis yang kami terima, dampak serangan hanya bersifat dangkal di permukaan. Instalasi utama di dalam gunung tidak terganggu,” ujar Raeisi.
Ia juga memastikan bahwa tidak ada radiasi berbahaya yang terdeteksi di sekitar lokasi, karena seluruh bahan nuklir penting telah dipindahkan sebelumnya sebagai langkah antisipatif. “Keselamatan masyarakat tetap terjaga. Tidak ada korban jiwa maupun ancaman kebocoran nuklir,” tambahnya.
Baca Juga : Serangan Trump ke Iran Picu Kecaman dari Dalam Negeri AS
Press TV, saluran berita pemerintah Iran, turut melaporkan bahwa kerusakan hanya terjadi di bagian akses masuk dan keluar terowongan situs Fordow. Meski demikian, laporan tersebut tidak dilengkapi dengan dokumentasi visual atau keterangan teknis yang rinci.
Serangan AS ke Fordow Dianggap Gagal, Iran Sebut Hanya Rusak Permukaan
Koresponden Fars yang berada di dekat lokasi menyebutkan sempat terdengar ledakan dan terlihat kobaran api kecil. Namun, api berhasil dipadamkan dalam beberapa menit, dan sistem pertahanan udara Iran diklaim sempat aktif menangkal serangan.
Sebagaimana diketahui, situs Fordow adalah salah satu dari tiga target utama serangan udara AS pada Sabtu malam (21/6/2025), selain Natanz dan Isfahan. Presiden Trump menyebut operasi tersebut sebagai “keberhasilan spektakuler” dan mengklaim semua target telah dihancurkan sepenuhnya.
Namun, Iran menilai klaim itu berlebihan dan tidak sesuai dengan kondisi di lapangan. Menurut Raeisi, serangan ini merupakan bukti nyata keterlibatan langsung Amerika dalam konflik Iran-Israel yang tengah memanas.
“Iran tidak akan tinggal diam. Ini adalah bentuk agresi terbuka dan kami akan menentukan bentuk respons yang tepat terhadap tindakan bodoh ini,” tegas Raeisi dalam pernyataannya kepada media pemerintah.
Sampai saat ini, pemerintah Iran masih memantau situasi secara ketat dan belum mengumumkan aksi balasan resmi berikutnya terhadap AS.














