Info Singkawang- Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Singkawang kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun hubungan positif dengan masyarakat melalui kegiatan Bantuan Sosial (Bansos). Kegiatan ini menjadi bukti bahwa lembaga pemasyarakatan tidak hanya berfokus pada pembinaan narapidana di dalam tembok, tetapi juga hadir untuk memberikan manfaat nyata bagi lingkungan sekitar.
Puluhan paket sembako disiapkan dan disalurkan langsung ke salah satu pesantren di wilayah Singkawang. Penyerahan dilakukan oleh Kepala Lapas Singkawang, David Anderson Setiawan, bersama jajaran petugas yang turut mendampingi. Kehadiran rombongan dari Lapas disambut hangat oleh pihak pesantren, yang mengapresiasi kepedulian dan dukungan dari institusi tersebut.
David Anderson menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata dari konsep pemasyarakatan yang humanis, di mana hukuman tidak dimaknai sebagai pemutusan hubungan dengan masyarakat. Sebaliknya, sistem pemasyarakatan menjadi sarana untuk membangun kembali kehidupan, menanamkan nilai kemanusiaan, dan membentuk citra positif lembaga di mata publik.
“Kami ingin menunjukkan bahwa Lapas bukan sekadar tempat pembinaan, tetapi juga bagian dari masyarakat yang ikut serta membantu dan peduli terhadap sesama,” ujar David.

Baca Juga : Permainan Tradisional Bangkit Lagi di Singkawang, Semangat Kemerdekaan Membara
Selain memberikan bantuan, momen ini juga menjadi ajang silaturahmi antara petugas Lapas dan masyarakat.
Melalui interaksi langsung seperti ini, diharapkan terjalin kepercayaan yang kuat antara lembaga pemasyarakatan dan warga. Kepercayaan publik dinilai penting, karena akan mendukung kelancaran berbagai program pembinaan yang ada di Lapas.
Kegiatan Bansos ini bukan yang pertama dilakukan Lapas Singkawang. Sebelumnya, mereka juga terlibat dalam berbagai aksi sosial seperti donor darah, penanaman pohon, dan bakti sosial di lingkungan sekitar. Semua ini sejalan dengan misi untuk menghadirkan pemasyarakatan yang bermanfaat, berintegritas, dan dekat dengan masyarakat.
Pihak pesantren pun berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut.
Bantuan yang diberikan, meski tidak besar, memiliki arti penting bagi keberlangsungan kegiatan belajar-mengajar dan kebutuhan para santri sehari-hari.
Dengan langkah konsisten seperti ini, Lapas Singkawang ingin menjadi contoh bahwa lembaga pemasyarakatan dapat berperan aktif membangun hubungan harmonis dengan masyarakat, sekaligus menanamkan pesan bahwa kepedulian adalah bagian dari proses pembinaan yang sesungguhnya.
Selain menyalurkan bantuan, Lapas Singkawang juga mengajak para santri untuk mengenal lebih dekat peran lembaga pemasyarakatan. Petugas memberikan penjelasan singkat tentang program pembinaan yang dijalankan di dalam Lapas, mulai dari pelatihan keterampilan hingga kegiatan keagamaan.
Setelah sesi berbagi informasi, para santri terlihat antusias mengajukan pertanyaan. Mereka ingin tahu bagaimana warga binaan mengikuti kegiatan pembinaan dan mendapatkan kesempatan untuk memperbaiki diri. Suasana dialog ini membuat hubungan antara Lapas dan pesantren terasa semakin akrab.
Untuk menjaga kesinambungan program, pihak Lapas berkomitmen menjalin kerja sama jangka panjang dengan pesantren.
Mereka berencana mengadakan pelatihan keterampilan bagi para santri, seperti membuat kerajinan tangan dan membudidayakan tanaman. Langkah ini diharapkan memberi bekal keterampilan yang bermanfaat untuk masa depan para santri.
Menutup kunjungan, Kepala Lapas Singkawang bersama jajaran menyampaikan rasa terima kasih kepada pihak pesantren atas sambutan yang ramah dan penuh kekeluargaan. Mereka juga mengajak seluruh pihak untuk saling mendukung dalam membangun lingkungan yang lebih peduli, aman, dan sejahtera.
Dengan semangat itu, Lapas Singkawang ingin terus menghadirkan kegiatan positif yang menghubungkan warga binaan, petugas, dan masyarakat. Mereka percaya, kolaborasi yang kuat akan menciptakan perubahan nyata dan memberi harapan baru bagi banyak orang.














