Breaking News
Kumpulan informasi aktual seputar peristiwa penting yang terjadi di seluruh wilayah Indonesia, meliputi isu politik, kebijakan pemerintah, bencana, dan dinamika sosial masyarakat.
BRIMO BRIMO BRIMO BRIMO

MABM Singkawang Bawa Misi Lestarikan Budaya Melayu ke Kancah Internasional

banner 800x150

MABM Singkawang Siap Harumkan Budaya Melayu di Festival Marhaban Borneo Malaysia

Info Singkawang- Majelis Adat Budaya Melayu Kota Singkawang (MABM) siap membawa semangat dan pesona budaya Melayu ke kancah internasional. Melalui partisipasinya dalam Festival Marhaban Borneo yang akan digelar di Kuching, Sarawak, Malaysia, pada 31 Oktober hingga 3 November 2025, MABM Singkawang akan menunjukkan kekayaan tradisi leluhur yang masih hidup dan terus dilestarikan hingga kini.

Festival akbar ini merupakan undangan resmi dari Persatuan Kebangsaan Melayu Sarawak (PKMS). Momen ini menjadi kesempatan istimewa bagi masyarakat Melayu Singkawang untuk menunjukkan jati diri budaya di hadapan peserta dari berbagai negara di kawasan Borneo.


Tampilkan Tradisi Dzikir Nazam, Warisan Melayu yang Masih Lestari

Salah satu cabang utama yang akan diikuti oleh kontingen MABM Singkawang adalah dzikir duduk atau dzikir nazam, sebuah tradisi Melayu yang sarat makna religius dan nilai budaya. Tim dzikir nazam MABM Singkawang beranggotakan 10 orang, terdiri dari pelantun dzikir dan penabuh gendang yang akan membawakan lagu dzikir khas Kota Singkawang.

Ketua DPD MABM Kota Singkawang, Asmadi, S.Pd., M.Si., menjelaskan bahwa timnya sudah melakukan sembilan kali latihan intensif untuk memastikan penampilan maksimal di panggung internasional.

“Insya Allah kami siap tampil dan memberikan yang terbaik untuk Singkawang. Ini sudah latihan ke-9 kami, dan akan ada gladi kotor dan gladi bersih sebelum keberangkatan,” ujar Asmadi, Senin malam (20/10/2025) di kediamannya di Roban, Singkawang Tengah.

Rencananya, rombongan kontingen MABM akan berangkat ke Sarawak pada 30 Oktober 2025.

MABM Singkawang Bawa Misi Lestarikan Budaya Melayu ke Kancah Internasional
MABM Singkawang Bawa Misi Lestarikan Budaya Melayu ke Kancah Internasional

Baca Juga : Wali Kota Tjhai Chui Mie Dorong Budaya Jadi Alat Diplomasi Singkawang


Ajang Syiar Budaya Melayu

Partisipasi MABM Singkawang dalam Festival Marhaban Borneo bukan sekadar kompetisi, melainkan bentuk syiar budaya Melayu ke masyarakat internasional. Dzikir nazam bukan hanya ritual keagamaan, tetapi juga ekspresi seni, sejarah, dan nilai luhur yang diwariskan turun-temurun oleh masyarakat Melayu.

“Ini adalah cara kami melestarikan budaya leluhur agar terus hidup. Kami ingin memperkenalkan kekayaan budaya Melayu Singkawang ke tingkat regional dan internasional,” jelas Asmadi.

Selain kontingen dari Singkawang, festival ini juga akan diikuti oleh peserta dari Brunei Darussalam, Sabah, Sarawak, serta perwakilan MABM dari Kabupaten Sanggau, Kabupaten Mempawah, Kabupaten Sambas, dan Kabupaten Sekadau. Diperkirakan akan ada 8 hingga 10 kontingen yang tampil dalam lomba dzikir nazam tersebut.


Komitmen Melestarikan Budaya dan Memajukan Kota

Asmadi yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Singkawang menegaskan bahwa pelestarian budaya Melayu merupakan bagian dari upaya pembangunan daerah.

“Sebagai ketua DPD MABM Kota Singkawang, kami terus mendorong pelestarian, perlindungan, dan pemanfaatan budaya Melayu. Ini bukan sekadar melestarikan, tapi juga menggali potensi untuk kemajuan daerah,” tegasnya.

Ia juga mengajak seluruh pengurus MABM di lima kecamatan dan masyarakat Melayu dari berbagai organisasi untuk berperan aktif menghasilkan karya budaya, sesuai dengan 10 Objek Pemajuan Kebudayaan (OPK), di antaranya:

  • Adat istiadat

  • Bahasa

  • Manuskrip

  • Olahraga tradisional

  • Pengetahuan tradisional

  • Permainan rakyat

  • Ritus

  • Seni

  • Teknologi tradisional

  • Tradisi lisan, termasuk kuliner khas.


Budaya sebagai Aset Wisata dan Identitas Kota Singkawang

Sebagai kota wisata, Kota Singkawang memiliki kekayaan budaya yang sangat potensial untuk dikembangkan. Menurut Asmadi, festival budaya internasional seperti Marhaban Borneo adalah momentum emas untuk memperkenalkan potensi budaya sekaligus menarik minat wisatawan dan investor.

“Kita harus bisa menggali semua potensi budaya dan wisata yang ada. Ini bukan hanya untuk menjaga warisan leluhur, tapi juga untuk mendukung pembangunan dan ekonomi daerah,” tambahnya.

Dengan semangat gotong royong dan kebanggaan terhadap budaya sendiri, MABM Singkawang optimistis dapat memberikan penampilan terbaik di Festival Marhaban Borneo dan membawa pulang prestasi sekaligus mengharumkan nama Singkawang dan Indonesia di kancah internasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *