Info Singkawang – Tradisi makan besaprah, warisan budaya Melayu yang sarat makna kesetaraan, kembali dihidupkan dalam Pekan Kebudayaan Melayu Singkawang (PKMS) 2025. Kegiatan ini digelar oleh DPD Majelis Adat Budaya Melayu (MABM) Singkawang untuk menyambut Tahun Baru Islam 1447 Hijriah.

Besaprah merupakan tradisi makan bersama di lantai tanpa pembatas kasta atau status sosial. Enam orang duduk melingkar dan menyantap hidangan dari piring yang sama. Hidangan khas yang disajikan biasanya berupa daging, ayam, telur, acar, nasi, dan air serbat sebagai penutup.
Sebanyak 43 tim mengikuti lomba besurung saprah (menyajikan saprah) yang dilangsungkan di Rumah Adat Melayu Singkawang sejak 26 Juni hingga 3 Juli 2025. Tradisi ini biasanya digelar dalam perayaan adat seperti pernikahan, sakban, hingga acara keagamaan.
Baca Juga : Jumran Diam-diam Dipindahkan ke Lapas Balikpapan, Keluarga Jurnalis Juwita Meradang
Ketua MABM Singkawang, Asmadi, menjelaskan bahwa lomba ini menjadi sarana edukasi budaya kepada generasi muda. “Makna dari besaprah ini sangat dalam, yaitu semua duduk sama rendah, tanpa melihat kasta atau status sosial. Tradisi ini adalah bentuk ajaran leluhur Melayu tentang kesetaraan dan kebersamaan dalam kehidupan sosial,” ujar Asmadi, Rabu (2/7/2025).
Menurutnya, besaprah adalah warisan tak ternilai yang harus terus dijaga dan dikenalkan kepada generasi masa kini agar tidak luntur oleh zaman. “Kita ingin generasi muda tahu bahwa dalam hidup ini bukan soal jabatan atau harta, melainkan kebersamaan dan nilai kekeluargaan,” tambahnya.
PKMS juga dijadikan momentum untuk menggali kembali khazanah budaya Melayu yang ada di Kota Singkawang. Tahun depan, MABM akan menambah cabang lomba seperti pangka’ gasing, silat, aluk galing, dan ngamping (membuat emping dari beras).
Asmadi juga mengajak seluruh puak Melayu dan 17 etnis di Singkawang untuk bersama-sama menjaga budaya warisan leluhur. “Kami ingin menjadikan PKMS sebagai ajang pemersatu budaya dan penguat identitas lokal, sekaligus berkontribusi dalam pelestarian budaya Indonesia,” pungkasnya.














