Breaking News
Kumpulan informasi aktual seputar peristiwa penting yang terjadi di seluruh wilayah Indonesia, meliputi isu politik, kebijakan pemerintah, bencana, dan dinamika sosial masyarakat.
BRIMO BRIMO BRIMO BRIMO

Pelestarian Warisan Tak Cukup dengan Bangunan, Singkawang Gaungkan Nilai Luhur

banner 800x150

Singkawang Tegaskan Komitmen Lestarikan Budaya Lewat Forum JKPI 2025 di Yogyakarta

Info Singkawang- Pemerintah Kota Singkawang kembali menunjukkan keseriusannya dalam menjaga dan merawat warisan budaya bangsa. Kali ini, melalui partisipasi aktif dalam rangkaian kegiatan Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) 2025 yang diselenggarakan di Yogyakarta pada 5–9 Agustus 2025, Singkawang hadir sebagai salah satu representasi kota yang kaya akan nilai sejarah dan multikulturalisme. Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie, mengungkapkan bahwa keikutsertaan Kota Singkawang dalam forum bergengsi ini bukan sekadar ajang seremonial, tetapi bentuk nyata dari komitmen pemerintah daerah untuk menjaga identitas budaya kota serta mendorong pelestarian kearifan lokal agar tetap hidup dan relevan di tengah arus modernisasi.

“Pelestarian budaya bukan hanya soal menjaga bangunan tua atau benda pusaka, tapi juga merawat nilai-nilai luhur yang diwariskan leluhur kita, seperti tradisi, bahasa, hingga seni dan ritual,” ujarnya.

Pelestarian Warisan Tak Cukup dengan Bangunan, Singkawang Gaungkan Nilai Luhur
Pelestarian Warisan Tak Cukup dengan Bangunan, Singkawang Gaungkan Nilai Luhur

Baca Juga : Kota Singkawang Targetkan Kinerja ASN Meningkat Lewat Pelatihan Budaya Kerja

Kota Multikultural yang Jadi Inspirasi

Singkawang dikenal sebagai salah satu kota paling multikultural di Indonesia. Dengan penduduk yang berasal dari berbagai latar belakang etnis dan agama, seperti Tionghoa, Dayak, dan Melayu, kota ini menjadi miniatur harmoni dalam keberagaman. Hal inilah yang menjadi daya tarik sekaligus tanggung jawab moral bagi pemerintah dan masyarakat untuk terus menjaga keharmonisan tersebut.

“Kota ini memiliki banyak peninggalan sejarah seperti vihara-vihara tua, pekong, rumah tradisional, hingga gedung bioskop berusia lebih dari 50 tahun yang masih terawat dengan baik. Semua ini adalah bukti nyata kekayaan budaya yang tak ternilai,” kata Tjhai Chui Mie.

Forum JKPI: Ajang Tukar Gagasan dan Promosi Budaya

Forum JKPI 2025 menjadi momen strategis bagi daerah-daerah yang tergabung dalam jaringan kota pusaka untuk saling berbagi gagasan, pengalaman, dan inovasi dalam mengelola kawasan heritage. Singkawang hadir tidak hanya untuk belajar, tapi juga untuk membagikan kisah suksesnya dalam menjaga keberagaman dan menjadikan budaya sebagai fondasi pembangunan berkelanjutan.

Dalam forum ini, berbagai kegiatan diselenggarakan, mulai dari Rapat Kerja Nasional (Rakernas), Seminar Kota Pusaka, Pentas Budaya Delegasi, hingga Indonesia Street Performance, yang menjadi wadah bagi masing-masing kota untuk menampilkan kekayaan budaya mereka.

Promosi Wisata Budaya dan Harapan Menjadi Tuan Rumah

Tak ingin menyia-nyiakan kesempatan, Pemkot Singkawang juga memanfaatkan forum ini sebagai sarana untuk mempromosikan potensi wisata budaya dan sejarah yang dimiliki kota berjuluk “Kota Seribu Kelenteng” ini. Harapannya, Singkawang semakin dikenal di tingkat nasional maupun internasional sebagai destinasi wisata budaya unggulan.

“Kalau ke depan diberi kepercayaan, kami siap menjadi tuan rumah Rakernas JKPI. Singkawang punya segalanya—budaya yang unik, masyarakat yang ramah, dan warisan sejarah yang terus terjaga,” tambah Wali Kota.

Membangun Masa Depan Melalui Akar Budaya

Melalui partisipasi aktif di JKPI 2025, Singkawang tidak hanya memperkuat citra sebagai kota pusaka, tetapi juga menegaskan posisinya sebagai pusat budaya yang terus berinovasi. Pemerintah berharap generasi muda bisa ikut terlibat dan bangga terhadap warisan leluhur, karena dari sanalah fondasi masa depan dibangun.

Singkawang membuktikan bahwa menjaga budaya bukan berarti menolak kemajuan. Justru dengan menghormati akar sejarah dan budaya, sebuah kota bisa tumbuh dengan jati diri yang kuat dan dihormati dunia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *