:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5260758/original/082226600_1750637319-Untitled.jpg)
Info Singkawang. ISLAMABAD – Pemerintah Pakistan secara resmi mengecam keras serangan udara Amerika Serikat terhadap fasilitas nuklir Iran pada Minggu (22/6/2025). Serangan ini terjadi atas perintah langsung Presiden AS, Donald Trump, dan memicu kecaman tajam dari Islamabad yang menilai tindakan tersebut sebagai pelanggaran serius terhadap hukum internasional.
“Agresi terhadap Iran adalah bentuk eskalasi yang sangat berbahaya dan mengancam stabilitas regional,” ujar pernyataan Kementerian Luar Negeri Pakistan. Islamabad memperingatkan bahwa tindakan militer sepihak ini bisa memicu konflik besar di kawasan Timur Tengah.
Baca Juga : Potret Kota di Israel Usai Dirudal Iran, Rumah Warga Hancur Tak Tersisa
Yang mengejutkan, kecaman ini muncul hanya sehari setelah pemerintah Pakistan memuji Donald Trump sebagai “pembawa damai sejati” dan mengumumkan rencana mencalonkannya untuk Hadiah Nobel Perdamaian. Penghargaan itu disebut sebagai bentuk apresiasi atas peran Trump dalam meredakan konflik empat hari antara Pakistan dan India bulan lalu.
Namun serangan AS ke Iran mengubah sikap Islamabad. Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, langsung menghubungi Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, untuk menyampaikan solidaritas dan mengecam agresi AS. “Pakistan menentang segala bentuk pelanggaran kedaulatan dan hukum internasional,” tegasnya.
Kontradiksi tajam dalam pernyataan Pakistan memicu kritik tajam dari publik dan media. Hingga kini, Kementerian Penerangan dan Kemenlu Pakistan belum memberikan penjelasan soal perubahan sikap tersebut.
Di sisi lain, ribuan warga Pakistan turun ke jalan di Karachi memprotes tindakan militer AS dan Israel. Massa membakar bendera AS bergambar wajah Trump dan meneriakkan slogan anti-Amerika, anti-Israel, dan anti-India.














