Breaking News
Kumpulan informasi aktual seputar peristiwa penting yang terjadi di seluruh wilayah Indonesia, meliputi isu politik, kebijakan pemerintah, bencana, dan dinamika sosial masyarakat.
BRIMO BRIMO BRIMO BRIMO

Solusi Balap Liar dan Tawuran di Singkawang: Pelatihan Militer Dua Pekan untuk Remaja

banner 800x150

Singkawang Terapkan Pelatihan Militer untuk Atasi Kenakalan Remaja, 50 Remaja Dibina di Rindam XII/Tanjungpura

Pemkot Singkawang berikan pelatihan disiplin remaja terjaring balap liar -  ANTARA News Kalimantan Barat
Solusi Balap Liar dan Tawuran di Singkawang: Pelatihan Militer Dua Pekan untuk Remaja

Info Singkawang – Aksi balap liar dan tawuran yang melibatkan 50 remaja mendorong Pemerintah Kota Singkawang mengambil langkah progresif dengan mengirim mereka mengikuti program pembinaan ala militer di Rindam XII/Tanjungpura, Kalimantan Barat.

Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie, menjelaskan bahwa pelatihan ini bukan hukuman, melainkan bentuk pembinaan karakter dan disiplin bagi generasi muda yang mulai kehilangan arah.

“Mereka ini bukan kriminal, tapi anak-anak yang perlu diarahkan. Pelatihan ini akan membentuk kedisiplinan, tanggung jawab, dan karakter yang lebih baik,” ujarnya, Rabu (25/6/2025).

Program ini dilaksanakan selama dua pekan, mulai 22 Juni hingga 4 Juli 2025. Para remaja dibina langsung oleh pelatih profesional dari lingkungan militer, dengan pendekatan fisik, mental, dan psikologis. Pemerintah ingin menggali akar permasalahan—kenapa mereka terlibat aksi liar, berhenti sekolah, atau mudah ikut-ikutan dalam kekerasan jalanan.

“Kita siapkan mentor yang memahami kondisi psikologis anak-anak ini. Harus dicari tahu alasan di balik kenakalan mereka,” tegas Tjhai.

Baca Juga : Dedi Mulyadi Ungkap Ada Oknum PJT dan Desa di Balik Berdirinya Bangunan Liar Kampung Gabus

Model pembinaan ini mengadopsi pendekatan yang sebelumnya dicetuskan oleh mantan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.  Yang juga menempatkan remaja pelanggar aturan dalam pelatihan semi-militer. Program tersebut sempat kontroversial, tetapi terbukti memberi hasil positif dalam waktu singkat.

“Kalau seseorang sudah dalam kondisi darurat moral, harus segera ditangani. Kalau tidak, kita kehilangan mereka,” ujar Dedi Mulyadi dalam pernyataan terpisah.

Tjhai Chui Mie: Remaja Binaan Harus Jadi Agen Perubahan

Tjhai Chui Mie menegaskan bahwa setelah pelatihan, para peserta diharapkan kembali ke masyarakat dengan semangat hidup baru dan siap menjadi agen perubahan.

“Kami semua bertanggung jawab atas masa depan anak-anak ini. Mereka adalah calon pemimpin, bukan beban,” ujarnya.

Ia juga meminta dukungan orang tua agar turut aktif dalam mengawasi dan membimbing anak-anak mereka, sehingga tidak kembali ke pergaulan negatif.

“Kalau ada yang mengulang, kita jaring lagi. Ini bukan ancaman, tapi bentuk kasih sayang dari pemerintah,” pungkasnya.

Dengan langkah konkret ini, Pemerintah Kota Singkawang berharap menciptakan lingkungan yang lebih aman, tertib, dan kondusif. Serta memberikan harapan baru bagi generasi muda yang sempat tersesat jalan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *