Breaking News
Kumpulan informasi aktual seputar peristiwa penting yang terjadi di seluruh wilayah Indonesia, meliputi isu politik, kebijakan pemerintah, bencana, dan dinamika sosial masyarakat.
BRIMO BRIMO BRIMO BRIMO

Wali Kota Singkawang Dorong Sekolah Tanamkan Nilai Pancasila Lewat Cara Kreatif

banner 800x150

Wali Kota Singkawang Dorong Sekolah Terapkan Pendidikan Pancasila Lewat Kegiatan Kreatif dan Menyenangkan

Info Singkawang- Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie, menegaskan pentingnya peran guru sebagai garda terdepan dalam menanamkan nilai-nilai Pancasila kepada generasi muda. Ia menilai, pendidikan Pancasila bukan sekadar pelajaran di kelas, tetapi harus menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari siswa melalui pendekatan yang kreatif, relevan, dan menyenangkan.

Hal tersebut disampaikan Tjhai Chui Mie saat menghadiri kegiatan “Penerapan Nilai-Nilai Pancasila bagi Dunia Pendidikan” yang digelar oleh Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) di Hotel Swiss-Belinn Singkawang, Rabu (22/10/2025). Acara ini mengusung tema “Guru Adalah Garda Terdepan Pancasila” dan dihadiri oleh Anggota Komisi XIII DPR RI, Franciscus Sibarani, serta Deputi BPIP, Rano Karno, bersama ratusan tenaga pendidik dari berbagai sekolah di Kota Singkawang.

Dalam sambutannya, Wali Kota Tjhai Chui Mie menyampaikan rasa terima kasih kepada BPIP dan DPR RI yang telah memilih Kota Singkawang sebagai tuan rumah kegiatan penting ini.

Wali Kota Singkawang Dorong Sekolah Tanamkan Nilai Pancasila Lewat Cara Kreatif
Wali Kota Singkawang Dorong Sekolah Tanamkan Nilai Pancasila Lewat Cara Kreatif

Baca Juga : Tjhai Chui Mie Tinjau Proyek Strategis, Pastikan Pembangunan Singkawang Berjalan Sesuai Target

“Terima kasih kepada Pak Franciscus dan BPIP yang telah mempercayakan Singkawang menjadi tempat penyelenggaraan kegiatan ini. Ini menjadi kesempatan berharga bagi kita semua untuk memperkuat pemahaman dan penerapan nilai-nilai Pancasila di dunia pendidikan,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia berharap agar materi yang diperoleh dari kegiatan ini tidak berhenti di ruang seminar saja, tetapi benar-benar diterapkan di sekolah-sekolah melalui berbagai program kreatif dan kontekstual.

“Melalui Dinas Pendidikan, kami akan mengundang para kepala sekolah untuk merumuskan cara terbaik menyampaikan nilai-nilai Pancasila kepada siswa. Pendekatannya harus disesuaikan dengan karakter anak-anak zaman sekarang—lebih interaktif, menyenangkan, dan dekat dengan keseharian mereka,” jelasnya.

Menurut Tjhai Chui Mie, metode penyampaian nilai-nilai Pancasila perlu disesuaikan dengan perkembangan zaman agar tidak terkesan kaku dan membosankan. Ia menilai, kegiatan berbasis praktik nyata seperti lomba kebersihan, kegiatan seni dan budaya, hingga gotong royong dapat menjadi sarana efektif untuk menanamkan nilai-nilai luhur bangsa.

“Kalau hanya disampaikan secara teori atau perintah, anak-anak akan cepat bosan. Tapi kalau dikemas dalam kegiatan menarik—seperti lomba menghias kelas, pentas seni, atau kerja bakti—mereka bisa belajar nilai-nilai Pancasila tanpa merasa digurui,” katanya.

Ia pun mencontohkan penerapan sederhana dalam kehidupan sehari-hari di sekolah. Saat siswa ikut gotong royong membersihkan kelas, itu mencerminkan Sila Ketiga: Persatuan Indonesia. Ketika berdoa sebelum belajar atau makan, itu mencerminkan Sila Pertama: Ketuhanan Yang Maha Esa. Dengan cara itu, siswa belajar menerapkan Pancasila secara alami dan berkesinambungan.

Selain memperkuat karakter, Wali Kota juga menekankan bahwa pendidikan Pancasila menjadi benteng utama dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.

“Jika nilai-nilai Pancasila sudah tertanam kuat sejak dini, maka bangsa ini tidak akan mudah dipecah belah. Dengan segala perbedaan suku, budaya, dan agama yang kita miliki, Pancasila menjadi perekat dan pedoman bersama. NKRI harga mati, dan Indonesia Raya bisa terus kita jaga,” tegasnya dengan penuh semangat.

Ia pun mengajak seluruh guru di Kota Singkawang untuk menjadi teladan dalam menanamkan nilai Pancasila di lingkungan sekolah maupun di masyarakat. Guru, menurutnya, bukan hanya pendidik, tetapi juga panutan moral yang berperan penting dalam membentuk karakter generasi penerus bangsa.

“Guru bukan hanya mengajar, tapi juga menanamkan nilai-nilai kehidupan. Ketika guru mencontohkan toleransi, gotong royong, dan disiplin, anak-anak akan menirunya. Dari situlah karakter berjiwa Pancasila tumbuh,” tambahnya.

Menutup sambutannya, Tjhai Chui Mie berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan. Dengan dukungan berbagai pihak, ia optimistis generasi muda Singkawang dapat tumbuh menjadi generasi yang berkarakter kuat, cinta tanah air, dan menjunjung tinggi nilai-nilai kebangsaan.

“Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut. Mari bersama-sama kita jadikan Pancasila bukan hanya hafalan, tapi panduan hidup dalam tindakan nyata,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *