Breaking News
Kumpulan informasi aktual seputar peristiwa penting yang terjadi di seluruh wilayah Indonesia, meliputi isu politik, kebijakan pemerintah, bencana, dan dinamika sosial masyarakat.
BRIMO BRIMO BRIMO BRIMO

Wali Kota Tjhai Chui Mie Dorong Budaya Jadi Alat Diplomasi Singkawang

banner 800x150

Wali Kota Singkawang Dorong Kebudayaan Jadi Alat Diplomasi Daerah dan Penggerak Ekonomi

Info Singkawang- Kebudayaan bukan sekadar warisan masa lalu, tetapi juga menjadi jembatan masa depan. Itulah semangat yang ditekankan Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie, saat menutup rangkaian Pekan Kebudayaan Daerah Singkawang (PKD) 2025 di Halaman Mess Daerah, Minggu (19/10/2025).

Dalam sambutannya, Tjhai Chui Mie menegaskan bahwa kebudayaan lokal harus menjadi alat diplomasi daerah yang kuat untuk memperkenalkan karakter masyarakat Singkawang ke panggung nasional dan internasional. “Kami berkomitmen mempromosikan dan melindungi nilai-nilai luhur warisan budaya lokal. Semua ini demi mewujudkan pembangunan Singkawang yang berkelanjutan,” ujarnya.

Kebudayaan sebagai Citra Positif Daerah

Menurutnya, di era modern seperti saat ini, kebudayaan tidak lagi hanya dilihat sebagai simbol identitas. Lebih dari itu, kebudayaan dapat menjadi soft power — alat diplomasi yang efektif untuk membangun citra positif dan menarik perhatian wisatawan serta investor.

“Melalui kebudayaan, Singkawang dapat memperlihatkan bahwa kota ini adalah tempat yang ramah untuk dikunjungi, aman untuk berinvestasi, dan kaya akan nilai-nilai toleransi,” jelasnya.

Tjhai juga menambahkan, keberhasilan diplomasi budaya sangat bergantung pada peran masyarakat sebagai tuan rumah. “Kita sudah promosikan Singkawang ke banyak daerah. Sekarang masyarakat juga harus menjaga keharmonisan agar tamu merasa nyaman. Kalau itu terjaga, dampak ekonominya akan dirasakan bersama. Anak muda kita tidak perlu lagi merantau jauh untuk mencari pekerjaan,” tuturnya disambut tepuk tangan meriah.

Gotong Royong Jaga Tradisi dan Harmoni Sosial

Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, pelaku seni, dan masyarakat dalam menjaga keberlanjutan tradisi. Menurutnya, kebudayaan harus terus dikembangkan agar tetap relevan dengan zaman tanpa kehilangan akar dan jati diri.

“Kita tidak bisa berjalan sendiri. Pemerintah, pelaku budaya, dan masyarakat harus bergerak bersama. Kreativitas anak muda juga penting untuk mengemas tradisi agar lebih menarik bagi generasi sekarang,” ujarnya.

Tjhai Chui Mie juga menyoroti kekuatan kerukunan masyarakat Singkawang sebagai modal penting dalam membangun kota inklusif dan berdaya saing tinggi. Ia berharap semangat toleransi yang selama ini menjadi identitas kota dapat terus dijaga sebagai kekuatan sosial.

Wali Kota Tjhai Chui Mie Dorong Budaya Jadi Alat Diplomasi Singkawang
Wali Kota Tjhai Chui Mie Dorong Budaya Jadi Alat Diplomasi Singkawang

Baca Juga : Gatotkaca, Ksatria Langit yang Jadi Simbol Keberanian Nusantara

PKD Jadi Agenda Budaya Tahunan

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Singkawang, Asmadi, menegaskan komitmen pemerintah untuk terus mengembangkan PKD sebagai agenda unggulan tahunan. Event ini tidak hanya menjadi ajang pelestarian budaya, tetapi juga sarana edukasi, hiburan, dan promosi wisata daerah.

“Kami selalu berinovasi agar PKD tampil dengan wajah baru setiap tahun. Kami ingin kegiatan ini meninggalkan kesan mendalam dan menjadi event budaya yang selalu dinanti masyarakat dan wisatawan,” ujarnya.

PKD tahun ini menghadirkan beragam pertunjukan seni tradisional, pameran kerajinan lokal, kuliner khas, hingga lomba-lomba budaya yang melibatkan masyarakat dari berbagai kalangan. Kegiatan ini juga menjadi ruang kolaborasi antara pelaku seni, komunitas lokal, UMKM, dan pelajar.

Terbuka terhadap Masukan Masyarakat

Asmadi menambahkan, keberhasilan penyelenggaraan PKD juga sangat bergantung pada partisipasi masyarakat. Karena itu, pihaknya terbuka terhadap kritik dan saran untuk memperkaya konsep pelaksanaan di tahun-tahun mendatang.

“Kritik dan saran sangat kami harapkan agar PKD ke depan semakin menarik dan berkarakter. Budaya itu hidup bersama masyarakat, jadi semua pihak harus terlibat,” katanya.

Kebudayaan sebagai Aset Strategis Daerah

Dengan pendekatan ini, Pemerintah Kota Singkawang ingin menjadikan kebudayaan sebagai aset strategis untuk memperkuat posisi daerah dalam dunia pariwisata dan investasi. Selain melestarikan warisan budaya, kebijakan ini juga diharapkan dapat membuka lapangan kerja baru, menggerakkan ekonomi kreatif, serta memperkuat identitas kota sebagai “Kota Seribu Klenteng” yang toleran dan harmonis.

“Diplomasi budaya bukan sekadar wacana. Ini adalah langkah nyata untuk membuat Singkawang semakin dikenal, dikunjungi, dan dicintai,” tegas Tjhai Chui Mie.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *